Referensi Skripsi

DOI membuat sumber lebih mudah dilacak, bukan otomatis benar untuk setiap klaim

Mahasigma menelusuri metadata publik dari Crossref dan menyertakan DOI ketika tersedia. Kamu tetap perlu membaca sumber asli, memeriksa relevansi, dan menyesuaikan sitasi dengan pedoman kampus.

Periksa identitas sumber lebih dulu

Cocokkan judul artikel, nama penulis, nama jurnal atau penerbit, tahun, volume, nomor, halaman, dan DOI. Kesalahan kecil pada metadata dapat membuat pembaca sulit menemukan sumber yang dimaksud.

Buka DOI melalui resolver resmi atau halaman penerbit. Jika tautan tidak dapat diakses, cari judul persisnya dan pastikan kamu tidak mencampur dua publikasi yang mirip.

  • DOI mengarah ke publikasi yang sama dengan daftar pustaka.
  • Tahun dan nama penulis konsisten.
  • Jenis sumber sesuai kebutuhan teori atau bukti empiris.

Relevansi tidak bisa dinilai dari judul saja

Baca abstrak, metode, konteks, dan hasil sebelum memakai sumber untuk mendukung pernyataan. Artikel dengan kata kunci serupa dapat meneliti populasi, negara, periode, atau variabel yang berbeda.

Saat menulis draft, jelaskan batas penggunaan sumber. Hindari menggeneralisasi hasil penelitian terdahulu melampaui data yang benar-benar dilaporkan.

Bedakan sitasi dan daftar pustaka

Setiap sumber yang dikutip di dalam teks perlu muncul di daftar pustaka, dan setiap entri daftar pustaka seharusnya memang dirujuk dalam teks. Periksa nama penulis serta tahun karena dua bagian ini sering tidak sinkron setelah revisi.

Gunakan satu gaya sitasi secara konsisten. APA, IEEE, Vancouver, dan gaya lain memiliki aturan berbeda untuk urutan penulis, kapitalisasi judul, nomor, serta penulisan DOI.

  • Telusuri sitasi yang tidak memiliki entri pustaka.
  • Hapus entri yang tidak pernah digunakan.
  • Periksa ulang setelah menggabungkan atau memindahkan paragraf.

Apa yang dilakukan Mahasigma

Mahasigma membantu menelusuri kandidat sumber dan metadata DOI saat menyusun draft. Jika sumber yang memadai tidak ditemukan, bagian tersebut perlu ditandai untuk pencarian manual lebih lanjut.

Sistem tidak dapat menggantikan pembacaan kritis. Akses penuh artikel, kualitas jurnal, kesesuaian teori, dan ketepatan dukungan terhadap klaim tetap perlu kamu evaluasi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah semua artikel ilmiah memiliki DOI?

Tidak. Banyak publikasi lama, repositori, laporan, buku, dan sebagian jurnal tidak memakai DOI. Ketiadaan DOI tidak otomatis membuat sumber tidak sah.

Apakah DOI menjamin artikel relevan?

Tidak. DOI membantu mengidentifikasi dan menemukan publikasi; relevansi hanya dapat dinilai dengan membaca isi serta konteksnya.

Apa yang harus dilakukan jika metadata berbeda?

Utamakan informasi pada halaman penerbit atau publikasi resmi, lalu perbaiki sitasi dan daftar pustaka agar konsisten.