BAB I harus membangun alasan penelitian
Latar belakang yang kuat tidak hanya menjelaskan topik, tetapi bergerak dari konteks umum menuju masalah spesifik, bukti kesenjangan, dan alasan penelitian perlu dilakukan.
Rumusan masalah, tujuan, dan manfaat harus mengikuti fokus yang sama. Saat mereview draft AI, tandai kalimat yang membutuhkan data pendukung serta klaim yang belum memiliki sumber.
- Pastikan masalah dapat diteliti, bukan hanya opini.
- Samakan istilah utama pada judul, rumusan masalah, dan tujuan.
- Pisahkan manfaat teoretis dan praktis secara wajar.
BAB II bukan kumpulan definisi
Tinjauan pustaka perlu menjelaskan teori yang membantu membaca masalah, penelitian terdahulu yang relevan, serta posisi penelitianmu di antara temuan yang sudah ada.
Buka setiap sumber asli sebelum mengutip. DOI dan metadata membantu menemukan sumber, tetapi tidak otomatis membuktikan bahwa isinya mendukung kalimat dalam draft.
- Utamakan sumber yang benar-benar kamu baca.
- Bandingkan temuan, bukan hanya merangkum satu per satu.
- Bangun kerangka berpikir dari hubungan antar konsep.
BAB III mengikuti pertanyaan penelitian
Metode harus dipilih karena cocok menjawab rumusan masalah. Jelaskan desain, subjek atau sumber data, teknik pengumpulan, instrumen, prosedur, dan analisis sesuai pendekatan yang digunakan.
Detail yang belum kamu tentukan sebaiknya ditandai untuk dibahas saat bimbingan, bukan diisi dengan data rekaan. Mahasigma tidak menggantikan keputusan metodologis peneliti.
Gunakan draft sebagai bahan iterasi
Setelah draft terbentuk, baca dari awal tanpa langsung mengedit gaya bahasa. Periksa dulu konsistensi logika antarbab, lalu validasi sumber, angka, istilah, dan rencana data.
Ekspor DOCX atau PDF ketika struktur sudah cukup stabil. Sesuaikan format akhir dengan buku pedoman kampus karena margin, halaman pengesahan, gaya sitasi, dan urutan bagian dapat berbeda.